Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri dan Personal Leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri dan Personal Leadership. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

Novel Asyik 4Salim

Banjar di siang hari..

Matahari hampir tegak lurus dengan orang-orang yang sedang sibuk beraktifitas di kota kecil itu. Temperature-nya mungkin sekitar 30 derajat atau lebih. Sudah beberapa bulan ini memang air hujan enggan untuk turun ke bumi, karena ia menunggu titah Sang Pencipta untuk jatuh di waktu yang tepat..


Di salah satu sudut kota, tampak kumpulan orang memadati satu-satunya stasiun kota yang sudah berumur puluhan tahun itu. Beberapa orang sudah terbiasa menghabiskan hari di sini.. mas-mas yang memangku dagangan asongan, si mbok yang menggendong bakul berisi sayur dan lontong untuk membuat pecel, lelaki paruh baya yang membawa beberapa tangkai mainan boneka kertas, sekilas mirip wayang kulit.. juga sekumpulan anak-anak yang membawa susunan tutup botol yang ia rangkai dalam sabatang kayu untuk mengiringinya melantunkan lagu-lagu indah di dalam kereta nanti..

Semua tempat duduk sudah dipenuhi oleh calon penumpang yang hendak bepergian meninggalkan kota Banjar, entah ke arah Barat atau Timur.. tapi kalo dilihat dari cara berpakaian mereka dan barang bawaannya, kemungkinan mayoritas dari mereka adalah calon penumpang kereta Pasundan yang tidak lama lagi akan sampai di stasiun ini, dan siap mengantarkan para penumpang hingga ke ujung Timur pulau Jawa.

Ya, alat transportasi ini masih menjadi primadona masyarakat, terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Selain murah, setiap orang bebas membawa barang apa pun yang hendak mereka sertakan.. mulai dari karung, dus, sepeda, bahkan sesekali terdengar kokok ayam di bawah kursi penumpang. Tidak usah dibayangkan tentang kenyamanan selama perjalanan. Namun walau bagaimana pun, kereta itu tetap setia mengantarkan mereka ke tempat tujuan.. setiap hari.. dari Barat ke Timur, dari Timur ke Barat.. dan menjadi saksi segala peristiwa, kebahagiaan dan kesedihan jutaan orang yang ada di dalamnya..

Siang itu.. seorang pemuda berjaket hitam sedang asyik membaca buku di salah satu tempat duduk di stasiun. Tas ransel berukuran sedang ia simpan tepat di depan kakinya. Sesekali ia tersenyum, sesekali ia mengernyitkan dahi, dan lain waktu ia terlihat tertegun, berfikir serius dan mengangguk-anggukkan kepalanya.. ternyata ia sedang mambaca sebuah novel, novel berjudul "Ayat-Ayat Cinta" karangan Habiburrahman El Shirazy, yang baru ia beli beberapa hari yang lalu dari Masjid Kampus sebelum pulang ke Banjar. Novel yang sarat hikmah, mengandung motivasi, inspirasi, dengan tidak melupakan unsur-unsur sastra dan romantisme dalam ceritanya. Ia yakin suatu hari nanti novel ini akan menjadi best seller, dan layak mendapatkan penghargaan..

Oh ya, namanya Aga, Aga Mahardika.. namun neneknya biasa memanggilnya Adin.. seorang Mahasiwa di salah satu perguruan tinggi ternama di Jogjakarta. Saat ini ia baru memasuki semester 3 perkuliahannya..

Dan yang ditunggu-tunggu pun datang..

TUT TUUUT TUT TUUUUUT!!!!

Suara kelaksonnya melengking membangunkan si Mbah yang sedang tidur lelap di samping Adin, ternyata ia hendak pergi ke Sidareja. Dengan tanpa komando, secara serempak orang-orang bangun dari tempat duduknya dan menghampiri kereta yang hampir berhenti..

Sesaat setelah pintu dibuka, orang-orang dengan serta merta berdesak-desakan untuk bisa masuk dan mendapatkan tempat duduknya masing-masing. Adin yang tau kemana si Mbah yang duduk bersamanya tadi akan pergi mencoba membantunya untuk masuk dan mencarikan tempat duduk untuk beliau.. namun usaha Adin sia-sia.. alih-allih bisa mendapatkan kursi kosong untuk si Mbah, untuk jalan di lorong itu pun cukup sulit saking penuhnya. Dengan sedikit berdesak-desakkan Adin menuntun si Mbah ke tengah gerbong yang agak longgar.. dan tiba-tiba seorang perempuan berkerudung merah bangkit berdiri dan berkata,

"Bu, silahkan Ibu duduk di sini..."

Adin pun menuntun si Mbah ke tempat duduk perempuan berkerudung merah tersebut.

"Terima kasih ya Nduk..", ucap si Mbah sambil tersenyum..

Adin pun menyusul mengucapkan terima kasih, "Terima kasih Mba.."

Tanpa sengaja Adin mengangkat kepalanya dan melihat wajah perempuan berkerudung merah tersebut.. dan.. SUBHANALLAH... lirihnya dalam hati.. dan seketika Adin menundukkan kembali pandangannya sambil beristighfar.. ada desiran halus di dalam hatinya ketika melihat wajah perempuan tersebut.. dan Adin tau bahwa setan akan memainkan peranannya waktu itu..

"Sama-sama Mas.. " Suaranya yang halus sekali lagi menggetarkan hati Adin, kembali dia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang tau akan kelemahan manusia..

Adin dan perempuan berkerudung merah itu kini berdiri dengan jarak yang tidak begitu jauh. Cukup lama keduanya terdiam hingga akhirnya perempuan berkerudung merah pun membuka pembicaraan..

"Neneknya Mas?"

"Oh.., eh.., bukan Mba.. Tadi kami kenalan di Stasiun.. beliau mau ke Sidareja.." Jawab Adin agak sedikit gugup.

"Oh saya kira neneknya Mas.. memang Mas sendiri mau ke mana?"

"Saya mau ke Jogja Mba.."

"Ke Jogja? sama dong Mas.. saya juga mau ke Jogja.. Mas kuliah ya? kuliah dimana? jurusan apa? angkatan berapa?" perempuan itu tampak antusias mengetahui pemuda yang ada di hadapannya sama-sama akan pergi ke Jogja, dan ia senang ada teman untuk berbincang selama di perjalanan..

"Saya kuliah di UGM jurusan ELINS angkatan 2004″

"Oh ya? Kebetulan.. Saya juga kuliah d UGM lho Mas, jurusan Kedokteran.."

HAH! KEDOKTERAN UGM? hati Adin sangat kaget mendengar bahwa perempuan yang berada di hadapannya ini, dengan penampilan sederhana, menggunakan baju putih bermotif bunga, bercelana jeans dan menggendong tas ransel.. rasanya sulit dipercaya kalo dia mahasiswi Kedokteran UGM, bagaimana mungkin anak Kedokteran UGM, perempuan, mau naik kereta ekonomi seperti ini sendirian.. banyak tanda tanya di dalam hati Adin..

Sementara perempuan yang di depannya terus berbicara sulit dibendung..

"Saya baru masuk tahun ini.. kemarin saya habis pulang dulu ke Bandung menghadiri nikahan kakak saya.., eh ELINS itu apa toh Mas? kok saya baru denger.."

"Elektronika Instrumentasi Mba, di fakultas MIPA.."

"Oh.. ada ya? wah.. maklum Mas, saya ini kurang gaul, hehe.. oh ya, gimana Mas perasaannya setelah satu tahun menjadi mahasiswa? asyik ya?"

"Ya.. Alhamdulillah Mba.."

"Lho, kok cuma Alhamdulillah.. kayaknya Mas ini orangnya aktif di organisasi ya? ikut apa aja Mas?"

Belum sempat Adin menjawab pertanyaan itu, kereta sudah sampai di Stasiun Sidareja, si Mbah yang tadi duduk di tempat perempuan itu bangkit berdiri, pamit dan segera menuju ke pintu kereta dengan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Adin dan perempuan berkerudung merah tersebut..

Perempuan itu pun kembali duduk di kursinya.. sebenarnya ia masih ingin banyak berbincang dengan pemuda yang baru ia kenal tersebut.. tetapi dengan kondisi duduk seperti itu sementara Adin berdiri di tempat yang sedikit memiliki jarak, agak sungkan untuk berbincang-bincang dalam kondisi tersebut.. tidak enak dengan orang-orang yang ada di sekitarnya..

Sementara jauh di lubuk hatinya, ada sedikit rasa kagum dengan pemuda yang baru dikenalnya.. pemuda yang mau menolong seorang nenek tua yang baru dikenalnya.. sikapnya santun, dan satu hal yang membuat ia sedikit heran, selama ia berbincang dengannya, pemuda itu tampak tidak mau bertatap muka dengannya, ia lebih sering tertunduk dan melihat ke sekeliling, hanya sesekali saja ia melihat dirinya.. namun dengan cara berkomunikasi seperti itu, ia pun tidak merasa bahwa dirinya tidak dihormati, tidak.. bahkan ia merasa dirinya sangat dihormati.., karena selama ini, jika ia berbicara dengan lawan jenis, ia seringkali merasa tidak nyaman dengan tatapan lawan bicaranya itu.. namun kali ini berbeda..

Adin masih berdiri, ia kembali melanjutkan pengembaraannya bersama Fahri di dalam novel "Ayat-Ayat Cinta", ia sudah sampai di bagian ketika Fahri mengkhitbah wanita yang ternyata itu adalah Aisha, perempuan yang pernah ia kenal dalam sebuah peristiwa di kereta..

Sementara Adin sedang asyik dengan novelnya, ternyata perempuan berkerudung merah itu sesekali mengamati Adin dari tempat duduknya.. ia sebetulnya penasaran buku apa yang sedang dibaca pemuda itu.. sepertinya ia begitu asyik membaca lembar demi lembar buku tersebut..

Kali ini Adin menyerah.. sudah sampai Kebumen, tapi nampaknya belum ada juga kursi kosong, ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, akhirnya ia duduk beralaskan koran yang sudah ia siapkan dari rumah.. ya, ini adalah hal biasa baginya.. duduk beralaskan koran, dilalui orang yang lalu lalang, mulai dari pedagang, pengemis, pengamen.. semua itu sudah biasa baginya..bahkan kalo perjalanan malam hari ia juga sudah terbiasa tidur di gerbong kereta beralaskan koran.. semuanya bisa ia nikmati..

Kereta pun terus melaju kencang.. melewati area pesawahan, menembus hutan, membelah bukit, menyeberangi sungai.. sementara orang-orang yang ada di dalamnya kini lebih banyak yang terlelap, mungkin mereka cukup lelah dengan perjalanan yang panjang dan dalam kondisi udara yang cukup panas ini.. tak terkecuali Adin dan perempuan berkerudung merah itu.. mereka sedang asyik dengan mimpinya masing-masing..

Dan tak lama berselang, kereta pun sudah sampai di wilayah Jogja.. daerah yang tadi dilalui hanya hamparan sawah dan bukit, sekarang sudah berjejer deretan rumah di kanan dan kiri rel kereta api.. sesekali terlihat antrian kendaraan yang setia menunggu untuk membiarkan kereta ini lewat membelah jalan.. dan akhirnya kereta pun sampai di Stasiun Jogja.. namun tidak di sini, kereta ini tidak akan berhenti di sini.., stasiun itu hanya diperuntukkan bagi kereta-kereta yang ditumpangi oleh kalangan menengah ke atas.. jadi mereka harus sedikit bersabar untuk sampai di stasiun berikutnya..

TUUT TUUUT TUUUUUUT!!!

"SELAMAT DATANG DI STASIUN LEMPUYANGAN"

Nah di sini lah kereta itu akan berhenti, dan di sinilah Adin dan perempuan berkerudung merah itu beserta para penumpang yang hendak ke Jogja mengakhiri perjalanannya siang itu.. perjalanan yang sangat melelahkan..

Adin segera bangkit dari duduknya dan siap-siap untuk menuju pintu keluar.. sementara perempuan berkerudung merah pun mulai menyiapkan diri..

Ketika kereta berhenti, perempuan berkerudung merah itu mulai berjalan menuju pintu keluar, namun ia melihat ada buku tergeletak di tempat dimana pemuda tadi duduk.. ia segera mengambil buku itu, dan saat ia mau berteriak memanggil pemuda itu, dia sudah lenyap diantara kerumunan orang yang keluar dari kereta.. ia coba segera keluar, tapi nihil.. ia tidak bisa menemukan pemuda itu..

Ia lantas melihat novel itu, "Ayat-Ayat Cinta" dan membuka covernya barangkali ada identitas di dalam buku tersebut.. dan di halaman pertama, di pojok kanan bawah, sebuah paraf dan sebuah nama tertulis di sana.. SALADIN..

Ia kini tau bahwa pemuda yang tadi sempat berbincang di kereta dengannya, meski tidak sempat berkenalan, bernama SALADIN.. ia kuliah di jurusan ELINS UGM angkatan 2004.. mudah-mudahan informasi itu cukup untuk mencarinya dan mengembalikan buku yang kini berada di tangannya..

-- to be continued --

=======================

Balikpapan, 17 Juli 2010 : 17.57 WITA

Oleh: Kang Agus Haeruman

Selasa, 04 Januari 2011

Novel Asyik 4Salim

Ketika mas Gagah Pergi
Part 1

Oleh : Helvi Tyana Rosa

Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!

Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.

Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.

Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat.Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.

Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.

"Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"

"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"

"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"

Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.

Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?

"Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius.

Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!

Itulah Mas Gagah!

to be continued

[MUHAMMAD SAW] The Super Leader Super Manager

Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah bagaikan mengarungi lautan yang tidak bertepi karena sangat luas, sangat kaya, dan sangat mencerahkan. Keluasan suri tauladan Muhammad SAW mencakup semua aspek hidup dan kehidupan.


Agar pembahasan dalam buku ini tidak terlalu melebar maka ditetapkanlah 8 bidang utama leadership yang akan dikaji yaitu:

self development atau personal leadership,

bisnis dan kewirausahaan,

keluarga, kepemimpinan keluarga,

dakwah,

sosial dan politik,

sistem hukum,

pendidikan, dan

strategi militer.

Sudah barang tentu pembatasan ini bisa mengundang pertanyaan dan kritik tapi itulah ijtihad penulis yang menyadari berbagai keterbatasan terutama waktu.


Metodologi

Adapun metodogi yang diterapakan dalam penulisan buku ini adalah sebagai berikut:

Pertama kali dilakukan penelusuran terhadap sumber utama kehidupan Rasulullah SAW berupa ayat ayat Al-Qur'an, musnad-musnad dan sunan hadits, buku-buku sirah, maghazi wa siyar. kitab-kitab syama'il, buku-buku tentang haramayn, buku sejarah, kitab autobiografi para tokoh dan sebagainya.

Sambil melakukan telaah terhadap sumber-sumber turast, penulis juga mengkaitkan dengan beberapa teori leadership dan manajemen yang dikembangkan dewasa ini. Memang benar hampir sebagian besar model manajemen kontemporer yang terkenal di dunia saat ini dikembangkan di dunia Barat. Bukan Barat atau Timur yang penulis analisa tetapi sejauh mana terdapat persamaan atau perbedaan dalam nilai nilai dasar (core values) yang melandasi suatu konsep atau model manajemen.

Untuk memudahkan pemahaman, sedapat mungkin bahasan dibantu dengan diagram dan tabel. Hal ini juga untuk mengantisipasi sebagian pembaca yang super sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk mengkaji baris demi baris penjelasan dalam buku ini.

Guna melengkapi bahasan, dalam setiap event penting seperti Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiyah dan rute-rute pada ambassador (duta), Rasulullah SAW penulis sertakan peta dan denah.

Untuk memastikan otentisitas sumber referensi, terutama hadits-hadits Rasulullah SAW penulis upayakan semampu mungkin setiap hadits untuk ditakhrij dan dijelaskan derajat keshahihannya. Dalam melakukan ini penulis utamakan sumber-sumber yang diakui secara ijma keshahihannya yaitu Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Di luar kedua sumber ini penulis menganalisa takhrij yang dilakukan ulama klasik seperti Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Hakim atau Imam Adz-Dzahabi. Jika tidak ada maka diambil otoritas takhrij kontemporer seperti Syeikh Nasiruddin al-Albani atau Abdul Qadir Arnauth.

Batasan dan lingkup buku. Sebagai buku yang ditulis dengan banyak sekali keterbatasan buku ini tidak bermaksud membangun teori Muhammad SAW dalam bidang tertentu. Karena hal itu memerlukan kajian yang lebih dalam dan panjang di samping sebagiannya juga sudah banyak dibahas secara parsial. Misi utama buku ini adalah menumbuhkan kesadaran untuk mengkaitkan perjalanan hidup pribadi, keluarga, bisnis, sosial, politik, militer, hukum, dan pendidikan Rasulullah SAW dengan disiplin leadership dan manajemen. Dengan harapan teritorial suri tauladan Rasulullah SAW tidak lagi di dalam masjid dan mushalla tetapi mulai keluar merambah manajemen pasar modal, perbankan, asuransi, sistem hukum, manajemen stratejik, pembiayaan ekspor-impor, sistem pendidikan, dan bidang-bidang kehidupan lainnya.

Buku Muhammad The Super Leader Super Manager ini rencananya adalah bagian pertama dari buku awal yang berjudul Prophetic & Leadership Management atau disingkat ProLM. Sebelum masuk kepada pembahasan tentang gaya dan rahasia keberhasilan leadership dan manajemen Rasulullah SAW terlebih dahulu disajikan overview tentang pencapaian-pencapaian kepemimpinan Muhammad SAW dalam bidang kepemimpinan diri (self leadership), keluarga, bisnis, dakwah, sosial, politik, pendidikan, sistem hukum, dan strategi militer. Apa mau dikata ternyata overviewnya saja sudah lebih dari 300 halaman sendiri.

Atau seperti kata pepatah, ?maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai.? ?Maksud hati ingin menggambarkan keagungan suri tauladan leadership Rasulullah SAW apa daya sang tokoh terlampau hebat dan luas untuk digambarkan.? ?Maksud hati ingin menulis satu buku tentang Leadership dan Manajemen Rasulullah SAW apa daya bukunya menjadi beranak bercucu.? Akhirnya, penulis memberanikan diri untuk menjadikan overview ini menjadi buku pertama dari rangkaian buku ProLM yang akan diterbitkan secara berseri. Insya Allah.

Di dalam buku ini penulis akan mencoba melihat Rasulullah SAW dengan kaca mata baru yang lebih luas yaitu bukan saja mengakui Rasulullah SAW sebagai nabi dan rasul tetapi juga menempatkannya sebagai pemilik traits of leadership dan models of management. Untuk mudahnya Traits of Leadership Rasulullah SAW dibuat dalam satu model berbentuk cakram yang terdiri dari 8 bidang utama yaitu:

1. Self development atau personal leadership,

2. Bisnis dan kewirausahaan,

3. Kepemimpinan keluarga

4. Dakwah

5. Sosial dan politik

6. Pendidikan

7. Sistem hukum, dan

8. Strategi militer.

Secara umum buku ini akan dibagi menjadi 4 bagian utama yang terdiri dari 12 bab. Bagian I terdiri dari 2 bab yaitu bab 1 sebagai Mukaddimah dan bab 2 berisi pembacaan terhadap konsep-konsep manajemen dan leadership modern. Bagian II memuat satu bab yakni bab 3 berupa survey of literature terhadap berbagai tulisan dan kajian klasik tentang Muhammad SAW. Tujuan utama dari bagian II adalah untuk menunjukkan bahwa betapa masih banyaknya suri tauladan Muhammad SAW yang masih harus digali dengan penuh ketekunan dan kesabaran tetapi juga mengasyikan.

Bagian III berisi 8 bab yang merupakan isi pokok dari buku ini seperti dijelaskan di atas.

Bagian IV terdiri dari bab 12 yang merupakan bab penutup berupa epilog. Di bagian akhir buku disertakan juga appendix, index dan daftar pustaka.

Besar harapan, di buku lanjutan rencananya akan dibahas strategi dan rahasia kesuksesan Rasulullah SAW dalam mencapai tonggak-tonggak keberhasilan sosial, politik, edukasi, militer dan sistem hukum yang ternyata mencakup 4 level (personal, inter-personal, organizational dan societal) serta memiliki 28 turunan pola leadership dan manajemen lainnya. Tampaknya untuk menjadikan ProLm sebagai suatu konsep yang utuh paling tidak diperlukan waktu 6 bulan kali 28 model atau sekitar 14 tahun lagi. Semoga Allah memberikan kekuatan dan keihklasan.


Sumber:

Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.

Minggu, 26 Desember 2010

Are 4SALIM On The Right Track ?


1. Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust)


2. Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment)


3. Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (Integrity)


4. Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill).


5. Kudu hade gogod hade tagog (Appearance)



Sering kita mendengar, melihat dan membaca slogan On the Right Track (ORT). Bukan hanya dikumandangkan oleh pemimpin negeri kita ini, juga dalam arena korporasi, seringkali dalam organisasi pendidikan, sekolah dan kemasyarakatan bahkan dalam perbincangan keluarga.


Keluarga Batak senantiasa melaksanakan Partangiangan Tutup dan Bona Taon dimana setiap anggota keluarga dimulai dari yang paling dituakan menceritakan kilas perjalanan hidup, memohonkan maaf dan meminta didoakan agar tahun berikut menjadi insan yang lebih baik.


Slogan ini bisa berwujud pertanyaan yang menggambarkan pentingnya melakukan evaluasi atas hasil perjuangan atau kerja terhadap rencana atau misi yang diemban.


Pernyataan "kita sudah dijalan yang benar" ini sering membakar semangat untuk terus berkiprah walau jika kita jeli dan cermat maka pernyataan ini bisa berujung pada kebahagiaan semu bahkan menyesatkan.


Mengapa demikian?



Mari kita gunakan rel kereta api, lokomotif dan gerbong yang dihelanya sebagai metafor untuk memahami slogan ORT tersebut. Pernyataan tersebut tentu memberi gambaran bahwa lokomotif dan rangkaian gerbong telah dan tetap berada diatas rel.



Apakah ini memuaskan kita ?


Belum tentu ! Bagaimana jika lokomotif yang menghela gerbong bukannya bergerak maju melainkan mundur?


Bukannya tumbuh melainkan mengalami pertumbuhan negatif atau kontraksi, begitu kawan-kawan ekonomi sering mengatakan.


In the Right Direction


Sesudah kita yakin bahwa kita ORT, sub-slogan In The Right Direction (IRD) musti juga dikobarkan untuk mengajak semua pihak untuk sama-sama menilai apakah kita dalam keadaan ORT tersebut sudah memberi jaminan bahwa lokomotif dan semua gerbong yang dihela bergerak kearah tujuan yang kita sama-sama tetapkan sejak awal. IRD adalah tekad yang terus membara diperjuangan kita.


Kita selalu diingatkan pepatah kuno:


~If you don’t know where to go, you will end up nowhere.~



On The Right Speed


Jangan puas hanya mengetahui bahwa kita sudah ORT dan sudah pula IDR. Ajukan pertanyaan kritis — Sudahkah kita meluncur diatas rel kearah yang benar dan dengan kelajuan yang diinginkan? At the Right Speed (ARS) adalah sub-slogan yang musti kita gelorakan. Melaju pesat adalah keinginan kita. Bergerak dan melaju biasa-biasa saja tentu bukan cita-cita siapapun.


"Good is the enemy of Great" kata Jim Collins dalam buku laris manis “Good To Great”.



Secure and Safety


Sesudah yakin bahwa kita ORT, IRD kemudian ARS — Itukah akhir dari perjuangan kita membandingkan hasil capaian terhadap rencana perjuangan kita? Tentu tidak ! ORT, IRD dan ARS yang dahsyat itu bisa saja berbuntut pada situasi kehidupan kita yang penuh rasa was-was, dag-dig-dug, cemas dan stressful.


Kita ingin bahwa melaju kearah yang benar diatas rel itu juga memberi rasa aman (safety) dan nyaman (secure).


ORT, IRD, ARS kemudian S&S adalah kiat pamungkas untuk menjadi pemimpin. Saya yakin kita semua adalah pemimpin. Bukan hanya mereka yang ada didepan atau diatas saja yang hanya layak mendapat sebutan pemimpin.


Kita yang sedang ditengah dan menapak keanak tangga yang lebih tinggi juga adalah pemimpin. Bahkan, kita yang berada diantrian yang paling belakangpun adalah pemimpin.


Jika kembali kita gunakan metafor kereta api maka masinis, kondektur, juru sinyal sampai pelayan restorasi juga adalah pemimpin dengan lakon kepemimpinan masing-masing.


Ki Hadjar Dewantara yang bermitra dengan Kartono (PS. Kartono adalah kakak kandung wanita pejuang dari Jepara, yaitu RA Kartini) menelorkan sebuah kiat bijak untuk menjadi pemimpin, yaitu;


Ing ngarso sung tulodu, Ing madyo bangun kerso, Tut wuri handayani. Pemimpin yang berada didepan (leader) wajib sebagai penentu arah dan menjadi suri tauladan. Pemimpin ditengah memimpin dengan satu tujuan mulia yaitu membangun kekompakan tim, sedangkan pemimpin yang dibawah memimpin kelompoknya agar terus memberi dukungan.



Are we on the right track?


Are we in the right direction?


Are we moving at the right speed?


Do we feel secure and safety?


Sumber: Prof. Kusmayanto Kadiman, M.Sc., Ph.D.



"Berjualan dengan akhlak yang mulia, pembeli tidak hanya mendapatkan barang tapi juga melihat kemuliaan akhlak seorang penjual."


(Aa Gym)


wallohualam bissawab!


Wasalam wr.wb.


Jabat Erat 4 Salim

Senin, 22 November 2010

Menebar Kasih

Pagi ini terasa begitu dingin, namun menyegarkan, betapa tidak hembusan angin yang semilir membuat badan ini begitu menggigil, namun langkahku untuk mencari cahaya pengetahuan tak surut sampai disitu, terus kulangkahkan kaki ku untuk menjadi seorang yang selalu menebar kasih, menjadi "kepanjangan tangan Alloh S.W.T" menebar Kasih. Bissmilahirrohmanirrohim.

Terima kasih kepada kang Asep yang laptopnya selalu "dibajak" he.,.he,.

Salam Superrr

Thanks untuk para 4salimer's
dan
Drs. Saeful Karim, M.Si.

wallohualam bissawab

Sabtu, 16 Oktober 2010

Seni Hidup

Banyak cara untuk menghadapi seni hidup. Permasalahannya adalah kita siap tidak untuk selalu belajar menyiasati kehidupan agar keuangan kita yang pas-pasan ini, bisa untuk menghidupi keluarga.

Memang, salah satu syarat pokoknya adalah kita berani melepas jauh-jauh yang namanya gengsi. Cara melepasnya adalah, kita harus yakin bahwa gengsi itu tidak bisa dimakan.(Mas Amri)

Minggu, 26 September 2010

Aku Akan Mati Besok

Seorang suami yang kehidupannya tidaklah menentu, sudah putus asa dengan kehidupannya, rumah tangganya, anak-anaknya pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Beliau memutuskan untuk mati esok hari, dicarinya dokter yang mempunyai racun untuk melancarkan keinginannya tersebut, namun sang dokter menolaknya, dicari-cari cara untuk mati besok, namun tak kunjung jua bertemu. Akhirnya bertemulah beliau tersebut dengan seorang Ustadz, dan sang ustad pun memberinya 1 botol, sebuah botol yang berisi "racun" katanya.

Sang Ustadz berkata:" Minumlah dari botol ini 1/2-nya di pagi hari dan

temuilah orang-orang yang bapak Cintai; setelahnya tunjukan kebaikan Terbaik dari diri bapa,

dan bila bapak yakin ingin mati; maka minumlah 1/2nya esok harinya karena bapak besoknya akan mati"

Bapak yang putus asa itu pun menuruti petuah sang ustadz, diajaknya se-keluarga untuk makan bersama, diskusi bersama dan bercengkrama. Begitupun anak2nya dibelikannya hal-hal yang mereka sukai. Kepada tema-teman sepekerjaannya bapak ini menyapanya dengan baik, dikeluarkan sifat2 terbaiknya.


Keluarganya, temannya kaget dengan perubahan tersebut, Si bapa dalam hati berkata:

"he.,he.,aku akan mati besok"

Dipetang hari si bapak yang putus asa ini merenung; "Wah ternyata hidup ini menyenangkan ya?, bagaimana ini?"

akhirnya beliau memutuskan untuk menemui Sang Ustadz dan bertanya:

"Ternyata hidup ini indah pak ustadz mereka semua tampak meyenangkan, bagaimana ini? saya sudah minum racun 1/2-nya!"

Sang Ustadz berkata: "tenang itu hanya air biasa kok"


MELAKUKAN YANG TERBAIK HARI INI, KARENA SEKARANG ADALAH WAKTU YANG PALING INDAH.

wallohualam bissawab.

~Gegerkalong, Bandung~

Senin, 20 September 2010

Sedia Payung Sebelum Hujan

Hujan turun begitu derasnya, air yang turun dari langit membasuh lelahnya sang bumi yang sepanjang hari memikul bebannya. Tak ayal lagi tubuh ini ikut terguyur rahmat Ilahi ini, dalam hati berdoa: "Ya Rabbana sampaikanlah semua asa mulia ku, kuatkanlah aku dalam menjalaninya, temani aku dengan orang-orang yang sholeh dan sholihah, jaga dan siapkanlah diriku"

Kamis, 16 September 2010

Menjadi Diriku

Sesungguhnya kepahitan dan terpaan hidup itulah yang membuat kita jauh bisa bertahan menghadapai hidup ini.

Menghindar dari masalah bukan bagian dari solusi;

hadapilah apapun yang terjadi kita akan mampu lebih dewasa memaknai hidup ini.

wallohulam bissawab.

Sabtu, 11 September 2010

Makan Bersama

(Bpk. Itam Kistamaji, S.Si. Guru dan Pembina Kami)

Para Alumni Mesjid Keeper (Penjaga Gawang)

Rabu, 18 Agustus 2010

Ramadhan Bulan Reparasi Diri

Kegigihan untuk jujur kepada diri sendiri, ini yang akan membuat kita menemukan kekurangan yang bisa dijadikan program perbaikan pada diri sendiri. Dan kegigihan kita memperbaiki diri adalah upaya sebenarnya memperbaiki orang lain. Apa artinya memperbaiki orang lain sedangkan diri kita sendiri semakin terpuruk dalam keburukan. Suri tauladan adalah langkah strategis yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW. di dalam membangun kemuliaan Islam. Ciri khas seorang muslim yang baik ,pribadinya harus selalu menjadi figur suri tauladan.Tauladan bagi kebaikan dalam skala apapun, dimanapun dan kapanpun.

~Aa Gym~

Senin, 16 Agustus 2010

Pantang Menyerah

Terus berlari dan terus memberikan yang terbaik kepada sesama. Berjalan bersama merpatkan barisan menuju Syurga Ilahi.

Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97).

Allah telah menciptakan alam dan isinya berpasang-pasangan, sehingga melahirkan hukum tarik menarik antara satu dengan yang lainnya. Artinya kondisi alam ini akan selalu dinamis sesuai dengan kehendak-Nya. Begitu juga halnya dengan kehidupan manusia, akan mengalami rotasi (perputaran) antara di bawah-di atas; sukses-tidak sukses; bahagia-susah, dll. Begitu juga dengan iman kita. Iman bisa datang dan pergi, naik dan turun.

Ibnu Mas’ud mengatakan, Sesungguhnya jiwa manusia itu mempunyai saat dimana ia ingin beribadah dan ada saat dimana enggan beribadah. Diantara dua keadaan itulah manusia menjalani kehidupan ini. Dan diantara dua keadaan itu pula nasib manusia ditentukan.

Dalam arti lain, semakin seseorang berada dalam iman yang rendah, maka besar kemungkinan dalam kondisi ini akan mengakhiri hidupnya. Demikian sebaliknya, jika seseorang semakin sering berada pada kondisi iman yang tinggi, maka semakin besar peluangnya memperoleh akhir kehidupan yang baik. Pertanyaannya, bagaimana cara mewujudkan kondisi pribadi yang berujung kebaikan, pribadi yang pantang menyerah tersebut?

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Ia yakin betul bahwa sekenario Allah itu tidak akan meleset sedikit pun.

Pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, tidak lain adalah pribadi yang memiliki kemampuan untuk bersyukur apabila ia mendapat sesuatu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesuksesan, medapat rezeki, dll. Sebaliknya, jika ia mendapati sesuatu yang tidak diharapkannya, entah itu berupa kesedihan, kegagalan, mendapat bala bencana, dll., maka ia memiliki ketahanan untuk selalu bersabar. Dan pribadi seperti ini memposisikan setiap kejadian yang menimpanya adalah atas ijin dan kehendak Allah. Ia pasrah dan selalu berusaha untuk bangkit dengan cara mengambil pelajaran dari setiap kejadian tersebut.

Pribadi pantang menyerah ini bukan saja semata-mata dilihat secara fisik. Tetapi lebih-lebih dan yang lebih penting justru adanya sifat positif dalam jiwanya yang begitu tangguh dan kuat.

Seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada hadist Nabi yang menyebutkan bahwa: “Orang mukmin yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari mukmin yang lemah. Jadi, manusia tangguh dam kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada Allah.”

Dalam konteks ini, dapat disebutkan bahwa kesuksesan menurut pandangan Alquran itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu (QS. 58: 11). Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia.

Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. Menurut M. Ridwan IR Lubis (1985), ada tiga pengaruh iman tersebut, yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

Sedangkan menurut M. Yunan Nasution (1976), mengungkapkan pengaruh iman terhadap kehidupan manusia itu berupa: iman akan melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda; menanamkan semangat berani menghadapi maut; membentuk ketentraman jiwa; dan membentuk kehidupan yang baik.

Untuk mencapai dampak dari kekuatan iman itu, kuncinya terletak pada pribadi kita masing-masing. Dan kalau kita cermati, sebenarnya pembentukan sifat pribadi pantang menyerah dan tangguh ini adalah berawal dari sifat optimisme yang menyelimuti pola pikir orang tersebut.

Menyikapi keadaan seperti saat ini, kita seharusnya tidak menjadi pesimis dan berserah diri. Kita harus optimis dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam hidup ini. Sehingga untuk menjadikan pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, maka dalam diri kita harus tertanam sikap optimis, berpikir positif, dan percaya diri.

Setiap manusia harus memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan ini. Dengan sikap optimis, langkah kita akan tegar menghadapi setiap cobaan dan menatap masa depan penuh dengan keyakinan terhadap Sang Pencipta. Karena garis kehidupan setiap manusia sudah ditentukan-Nya. Tugas kita adalah hanya berusaha, berpikir dan berdoa agar sesuai dengan ridho-Nya.

Setelah kita mampu bersikap optimis, lalu pola pikir kita juga harus dibiasakan berpikir secara positif dan percaya diri. Berpikir positif kepada siapa? Pertama, berpikir positif kepada Allah. Setiap kejadian, peristiwa dan fenomena kehidupan ini pasti ada sebab musababnya. Tugas kita, hanya berpikir dan membaca. Ada apa dibalik semua itu? Lalu, kita mengambil pelajaran dari kejadian itu dan selanjutnya mengamalkan yang baiknya dalam perilaku keseharian.

Kedua, berpikir positif terhadap diri sendiri. Setiap manusia, dilahirkan sebagai pribadi yang unik. Karena bagaimanapun wajah dan sifat kita mirip dengan orang lain. Tapi, yang jelas ada saja perbedaan antara keduanya.

Sifat dan pribadi unik itu, harus kita jaga. Itu adalah potensi positif, modal dasar untuk mencapai keleluasaan langkah kita menuju ridho-Nya. Bagaimana orang lain akan menjunjung kita, kalau diri kita sendiri meremehkan dan tidak “mengangkatnya”.

Selain itu, kita juga harus yakin bahwa kita dilahirkan ke dunia ini sebagai sang juara, the best. Fakta membuktikan, dari berjuta-juta sel sperma yang disemprotkan Bapak kita, tetapi ternyata yang mampu menembus dinding telur Ibu kita dan dibuahi, hanya satu. Itulah kita, “sang juara”. Hal ini, kalau kita sadari akan menjadi sebuah motivasi luar biasa dalam menjalani hidup ini.

Ketiga, berpikir positif pada orang lain. Orang lain itu, manusia biasa sama dengan kita. Dia mempunyai kesalahan dan kekhilafan. Yang tentu hati nuraninya tidak menghendakinya. Pandanglah, orang lain itu dari sisi positifnya saja dan menerima sisi negatifnya sebagai pelajaran bagi kita.

Belajarlah dari seekor burung Garuda. Ia mengajarkan anaknya untuk terbang dari tempat yang tinggi dan menjatuhkannya. Lalu jatuh, diangkat lagi dan seterusnya sampai ia bisa terbang sendiri. Hati Garuda juga bersih, tidak mendendam. Ia kalau waktunya bermain “cakar-cakaran”. Tapi, kalau diluar itu ia akur, damai kembali.

Keempat, berpikir positif pada waktu. Setiap manusia diberi waktu yang sama, dimana pun dia berada. Sebanyak 24 jam sehari atau 86.400 detik sehari. Waktu itu, ingin kita apakan? Kita gunakan untuk tidur seharian, kerja keras, mengeluh, berdemontrasi, bergunjing, santai, menuntut ilmu, menolong orang lain, melamun, ibadah, dan lainnya. Waktu itu tidak akan protes.

Yang jelas, setiap detik hidup kita akan diminta pertanggung jawabannya kelak, di hadapan Allah SWT. Bagi mereka yang biasa mengisi waktunya dengan amal-amalan saleh dan berada dalam keimanan, maka ia akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Allah berfirman, yang artinya: “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97).

Untuk memaksimalkan sikap positif pada diri seseorang, lebih-lebih sebagai pembentuk pribadi yang pantang menyerah, tangguh, “tahan banting”, sabar dan istiqomah pada jalan-Nya. Tentu perlu dibagun pula dengan kebiasaan positif.

Semoga tulisan ini menjadi bahan penilaian terhadap diri kita sendiri, terutama kaitannya dengan keinginan pembentukan pribadi yang pantang menyerah. Dan kita berdoa, semoga Allah memberi kemampuan terhadap kita untuk membangun pribadi yang tangguh dan pantang menyerah sesuai tuntutan-Nya. Amin. Wallahu a’lam.

***

Arda Dinata, adalah praktisi kesehatan, pengusaha inspirasi, pembicara, trainer, dan motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
E-mail: arda.dinata@gmail.com
Hp. 081.320.476048.
http://www.miqra.blogspot.com

Minggu, 18 Juli 2010

Mereka yang tangguh


"Banyak orang ingin membangun kehidupan yang besar, tetapi hanya membiasakan diri dengan peran yang kecil. Kita ingin TERBANG SEPERTI RAJAWALI, tetapi MENGGUNAKAN SAYAP BURUNG PIPIT. Mulai hari ini, angkat tangan Anda dan katakan PLEASE USE ME! GUNAKANLAH SAYA UNTUK TUGAS-TUGAS YANG BESAR. Kemudian patuhlah kepada guru dan penasehat, agar Anda mewarisi kemampuan yang telah menjadikan mereka berjaya."
~Mario Teguh~

Jumat, 16 Juli 2010

Gaung Lagu Kehidupan

Berani menghadapi tantangan untuk menjelajah dari Sabang sampai Merauke, mengambil hikmah dari kehidupan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kemudian ditanamkan dalam hati, bahwa bangsa ini harus tetap punya impian memperbaiiki diri, mensyukuri nikmat Ilahi !!! Atau hanya memilih mengeluh tanpa ingin memperbaiki kehidupan diri dan kehidupan negeri ini. Bagaimana pendapat sahabat ???

ucapan terima Kasih kepada Mas Amri

Jumat, 18 Juni 2010

Tujuan Hidup

Waktu berjalan dan tak pernal kembali, usia bertambah dan banyak yang merayakannya. sebagian orang mengatakan selamat sebagian lagi prihatin... bertambah usia, itu tandanya hari kepulangan semakin dekat.... tugas belum selesai sementara mau tidakmau harus dikumpulkan dengan baik...

tugas sebagai: anak soleh, ayah bijak. ibu sabar, kaka yang memberikan contoh untuk adiknya, adik yang menghormati kakaknya, guru yang mengajari dengan baik, pemimpin yang bijak, suami yang adil, istri yang menentramkan, pelajar yang berprestasi dan jujur... dan semua itu harus dikumpulkan dalam amplop muslim. dengan prangko ikhlas dan disusun dengan ilmu....

para pekerja sering lupa dengan tugasnya, sehingga pekerja lainnya harus bisa saling mengingatkan..

seberapa pentingkah kita perlu kokoh dalam mengejar cita-cita kita?
seberapa haru sih kita ngebet dalam mengejarnya? kapan kita tahu bahwa itu bukan takdir kita, sehingga perlu kita ganti arah dalam mengejarnya?

lalu apakah kita perlu menuliskannya, kemudian mengatakannya, lalu mendoakannya?

untuk teman2 yang sudah bisa fokus, ada pengalaman menarik boleh kami minta bagaimana solusi dan masukannya....

Menurut Alquran, segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, termasuk manusia, hidup didalam naungan hidayah yang terbentuk secara fitri, yang mengantarkannya kepada Allah. Dari titik tolak inilah Islam berusaha menggiring pemahaman umat manusia untuk tidak menjadikan dunia ini, sebagai persinggahan terakhir, namun sebagai starting point untuk menuju kehidupan selanjutnya yang abadi dan hakiki, akhirat!

Waqllohualam bissawab
(Oleh: Bambang & Arip)

Selasa, 18 Mei 2010

Kerja Keras Menggapai Ridho Ilahi

Seperti seorang Petani yang menikmati hidangan sederhana di pematang sawah setelah mencangkul dengan semangatnya, seperti seorang anak yang begitu bahagianya ketika ia haus dan menemukan air untyuk diminum, dan seperti kita semua yang bersama-sama berjuang meraih Ridho Ilahi dan suatu ketika dipertemuakan syurga.

Kebahagiaan hanya milik mereka yang benar-benar berusaha mencarinya.

Wallohualam bissawab.

Rabu, 25 November 2009

Surat Terbuka untuk Calon Ahli surga Yang Akhlaq Mereka Dicemburui Bidadari

*tulisan ini sy dptkan dr seorang sahabat.
*kepada Akhi yg telah membuat tulisan ini, mohon izinnya untuk sy menyebarkan dan mengingatkan sdri2 qta yg lain, semoga Allah memberkahi antum.
*untuk saudari2ku, berbahagialah atas berita gembira ini...

==========================
====================================


Buat Saudariku

yang dirahmati oleh Allah

Saturday, 21 November 2009 at 16:33

Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh

Ukhti yang baik,

Kecantikan adalah anugerah. Senyum manis adalah berkah. Sungguh karunia dari Allah bahwa wanita diciptakan memiliki kecantikan yang sangat mempesona. Dan kecantikan itulah yang akan menjadi jalannya menuju surga, jika ia mampu membarenginya dengan akhlaq yang mulia.


Rasulullah menjelaskan bahwa di antara fitrah lelaki adalah menyukai kecantikan wanita. Bahkan ‘Aisyah yang merupakan salah seorang shahabiyah paling pandai di masa itu, terkenal pula karena kecantikannya. Rasulullah menjulukinya Humaira`: Gadis yang pipinya merona merah.


Dan karena kecantikannya itu, wanita dapat mengumpulkan pahala yang sebesar-besarnya dari Allah. Caranya? Bersyukurlah atas nikmat yang Allah berikan itu dan pandailah menjaga diri. Rasulullah mengajarkan cara bersyukur itu dengan membiasakan diri membaca do’a tatkala bercermin yang maknanya,


“Ya Allah… Sebagaimana Engkau telah mengelokkan parasku, elokkan pulalah akhlaqku…”

Ukhti yang dijaga oleh Allah…

Tak ada yang salah dengan kecantikan, karena, seperti kata pepatah, kecantikan bukanlah suatu dosa. Tapi sungguh itu tak berarti bahwa setiap wajah yang cantik berhak dijadikan barang tontonan. Kami kaum pria sangat bersedih karena sekarang ini banyak di antara kawan-kawan Ukhti yang gemar memajang wajah cantik mereka di profil Facebook. Juga di blog-blog yang katanya pribadi, tapi nyatanya dapat diakses oleh siapapun.



Ini adalah satu hal yang sangat marak belakangan ini. Satu hal yang dianggap lumrah, sehingga para gadis berjilbab itu memasang pose-pose mereka di foto-foto yang kian hari kian bertambah jumlahnya. Seakan nama saja sudah tidak cukup.



Mohon Ukhti tanyakan pada mereka, apa sesungguhnya tujuan mereka memajang foto tersebut di tempat-tempat publik? Yakni foto dengan gaya yang menggoda serta senyum yang memikat!



Jika tujuan berjilbab itu adalah agar menutupi aurat dan terhindar dari pandangan-pandangan jahat, apakah itu pula yang menjadi tujuan mereka saat bergaya di depan kamera dan memamerkannya pada setiap orang?



Jika berjilbab itu tujuannya adalah mencari ridho Allah, apakah tujuan memperlihatkan foto-foto itupun adalah ridho Allah? Apakah betul Allah akan ridho pada wanita yang melakukan hal itu?


Ukhti yang baik,

Kami kaum pria sangat bersedih menghadapi fenomena ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara gadis-gadis yang fotonya tersebar di seantero jagad ini adalah istri atau calon istri kami. Apakah mereka tidak tahu bahwa foto mereka tersimpan dalam komputer puluhan, ratusan atau bahkan mungkin jutaan pria lain yang tidak berhak? Yang mungkin saja dijadikan sarana oleh para pendosa sebagai ajang bermaksiat? Apakah mereka mengijinkan pria-pria selain suami mereka itu menyimpan foto-foto tersebut?


Ukhti,

Kami kaum pria sangat bersedih mendapati semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah ibu atau calon ibu kami, yang seharusnya menunjukkan caranya menjaga diri, bukan dengan menunjukkan hal-hal yang seharusnya disembunyikan…



Kami kaum pria sangat bersedih menyaksikan semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah guru atau calon guru kami, yang seharusnya mendidik dan mengajarkan Al Qur’an serta akhlaqul karimah kepada kami.



Apakah semua ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian? Tanpa ada seorangpun yang berani menegur serta mengingatkannya, memberitahukan bahwa itu adalah sebuah kesalahan? Atau harus menunggu tangan-tangan jahat memanfaatkannya untuk merusak harga diri dan menyebarkan aib yang seharusnya ditutup rapat-rapat?


Ukhti yang baik…

Jazakillah khairan… Terima kasih banyak karena Ukhti tetap pandai menjaga diri dari sekecil apapun celah-celah kealpaan. Tapi tolong sampaikan pula pada kawan-kawan Ukhti, agar merekapun mengikuti jejak ukhti dengan menghapus foto-foto mereka dari Facebook dan blog-blog mereka. Sampaikanlah pada mereka agar menahan diri dari keinginan menunjukkan eksistensi diri di hadapan pria yang tidak berhak.



Jika mereka ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka cantik, cukuplah tunjukkan pada suami mereka saja. Atau orang tua dan anak-anak mereka saja. Karena Allah Maha Tahu segala sesuatu. Jika mereka membutuhkan sanjungan atas kecantikan yang telah dianugerahkan Allah pada mereka, biarlah Allah saja yang menyanjungnya, dengan balasan berlipat-lipat ganda di hari akhirat kelak.



Dan jika mereka ingin kecantikan mereka dikagumi, biarkanlah suami mereka saja yang mengagumi, lalu memberikannya sejuta hadiah cinta yang tidak akan pernah ada bandingnya…



Sementara kami, kaum pria yang tidak atau belum berhak atas itu semua, biarlah asyik masyuk tenggelam dalam do’a, agar dianugerahi istri yang cantik dan shalehah, ibu yang baik dan bersahaja, guru yang taat dan menjaga martabatnya…



Agar Allah mengumpulkan kita kelak di surgaNya. Meraih ridho dan ampunanNya serta dihindarkan dari adzab neraka…



Atas perhatian dari Ukhti, saya ucapkan jazakillah khairal jaza…

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh:

Agus Haeruman, S.T.


Minggu, 25 Oktober 2009

Tragedi Kehidupan Kita Dengan Facebook


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Di tulis ulang tgl: 24-10-2009
Kang Agus H., S.T.

Tulisan ini saya dapat dari
sebuah grup FB and sebuah milis.
Semoga kita bisa merenungi isi
tulisan ini..

Selamat Membaca
Salam Cinta tuk Sahabat Semua

RAHMAT FADHIL BIN TEUNGKU HAJI SYAHBUDDIN AZIZ

============ ========= ====

Tragedi Kehidupan Kita dgn FB : Semoga Membuka Mata Hati Kita


Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu ...'siapa calon bapak si jabang bayi?'

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya
diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....'dilecehkan' orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.


Fenomena itu bernama facebook,

Setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya.


Lihat saja beberapa status

facebook :

Seorang wanita menuliskan

"Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain
ya.....?"--- ---kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan
perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan "mau ditemanin?
Dijamin puas deh..."



Seorang wanita lainnya menuliskan " Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis
malam jumat ya begini...:" kemudian komen2 nakal bermunculan. ..


Ada yang menulis " bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....", ----kemudian komen-komen pelecehan bermunculan

Ada pula yang komen di wall temannya " eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat
dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu...." ----lupa klu si anu
sudah punya suami dan anak-anak yang manis

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya "habis minum jamu nih...., ada
yang mau menerima tantangan ?'----langsung berpuluh2 komen dating Ada yang
hanya menuliskan, "lagi bokek, kagak punya duit..."

Ada juga yang nulis " mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake
dalaman lagi nih" Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin
ada komen-komen dari lainnya Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata
kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.


Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan. Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya.

Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
" Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?" maka Istri
tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab " Rasul, kekasih
hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini". Rasul
dengan senyum teduhnya berkata "baiklah Aisyah, aku berpuasa hari
ini". Tidak perlu orang tahu bahwatidak ada makanan di rumah rasulullah.. '

Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, "Malu itu sebahagian dari iman". (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni `kesenangan semu' dan dibungkus dengan `persahabatan fatamorgana' ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita:
"Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau." (Bukhari).

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghah, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan `kesenangan' , `gurauan' membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

Waallahu'alam bisshawab.. Hanya Allah Yang Maha Tahu atas segala sesuatu..


************ ********* ********* ********* ********* ********* **

Mohon kiranya untuk men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi
kebaikan kita bersama. Jazakallah khairan katsiran

Sumber : FTJAI

Sabtu, 20 Desember 2008

Novel Asyik 4Salim

tiga: Kota IDAMAN

Oleh: Kang Agus H.

Banjar: Juni 2024

Malam itu, Sang Nenek sedang duduk di atas dipan sambil melipat beberapa helai baju yang akan dibawa cucunya pergi ke tempat tinggal barunya esok hari. Sementara itu, Sang Cucu sedang tertidur pulas di sampingnya, setelah lelah ikut mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya esok. Tiada yang menemani Sang Nenek selain cahaya lampu tempel yang setengah redup dan suara jangkrik di belakang rumah yang terdengar nyaring di kesunyian malam. Tak lama, muncul suara lirih disertai isak yang keluar dari mulut Sang Nenek, betapapun ia menahan agar suara itu tidak keluar, namun air matanya membuat ia tak kuasa menahan diri untuk tidak menangis. Ia khawatir membangunkan cucunya yang sedang terlelap. Namun apa yang ia khawatirkan justru berlaku, Sang Cucu terbangun dari alam bawah sadarnya, dan seketika melihat neneknya sedang berurai air mata. “Nek… Nenek kenapa? Kenapa nenek menangis…?” Bukannya mereda, air mata Sang Nenek malah mengalir deras disertai isak yang tetahan di dalam dadanya.

Seakan mengerti dengan apa yang terjadi dengan neneknya, Sang Cucu lantas mengambil segelas air minum dan memberikannya pada Sang Nenek, kemudian ia baringkan badannya di pangkuan neneknya. Setelah meminum air yang disuguhkan cucunya, Sang nenek berusaha menghentikan tangisnya. Sambil menatap dalam ke arah cucu yang kini terbaring di pangkuannya, ia mengusap rambut cucunya yang lurus dan halus, sambil menyampaikan kegelisahan dan kesedihan yang dialaminya saat itu.

to be continued…

Senin, 15 Desember 2008

Resensi Film-Film Asyek Banget Ghitu Lho Dalam Nagari

Laskar Pelangi (film)


Sutradara Riri Riza
Produser Mira Lesmana
Penulis Salman Aristo
Riri Riza
Mira Lesmana
Pemeran Ikranegara
Lukman Sardi
Cut Mini Theo
Slamet Rahardjo Djarot
Mathias Muchus
Teuku Rifnu Wikana
Ario Bayu
Alex Komang
Jajang C Noer
Tora Sudiro
Robby Tumewu
Rieke Diah Pitaloka
Zulfanny
Verrys Yamarno
Ferdian
Yogi Nugraha
M. Syukur Ramadan
Suhendri
Febriansyah
Jeffry Yanuar
Suharyadi Syah Ramadhan
Dewi Ratih Ayu Safitri
Marcella El Jolia Kondo
Levina
Musik oleh Titi Syuman
Aksan Syuman
Distributor Miles Film dan Mizan Production

Laskar Pelangi (2008) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 25 September 2008, pada saat libur Lebaran. Film Laskar Pelangi merupakan adaptasi dari buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Skenarionya ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis naskah film Ayat-Ayat Cinta dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana.

Untuk mencari pemeran tokoh-tokoh anggota Laskar Pelangi, Riri Riza melakukan casting di daerah Belitung dengan menggunakan pemeran-pemeran lokal dalam pembuatan film. Film ini juga diambil di lokasi yang sama, Pulau Belitung. Film ini memadukan 12 aktor Indonesia yang dikenal dengan kemampuan akting mereka dengan 12 anak-anak Belitung asli yang bertalenta akting.

Daftar isi

Sinopsis

Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini Theo) dan Pak Harfan (Ikranegara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.

Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke-10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

Lima tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke-10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfanny), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Verrys Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.

Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kehilangan sosok yang mereka cintai. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?

Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran, dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.

Pemeran dan tokoh

Pemeran Tokoh
Cut Mini Theo Ibu Muslimah
Ikranegara Pak Harfan
Zulfanny Ikal
Ferdian Lintang
Verrys Yamarno Mahar
Slamet Rahardjo Pak Zulkarnaen
Tora Sudiro Pak Mahmud
Lukman Sardi Ikal dewasa
Ario Bayu Lintang dewasa
Mathias Muchus Bapak Ikal
Rieke Diah Pitaloka Ibu Ikal
Teuku Rifnu Wikana Pak Bakri
Alex Komang Bapak Lintang
Jajang C Noer Istri Pak Harfan
Robby Tumewu Ayah A Ling
Yogi Nugraha Kucai
M. Syukur Ramadan Syahdan
Suhendri A Kiong
Febriansyah Borek
Suharyadi Syah Ramadhan Trapani
Jeffry Yanuar Harun
Dewi Ratih Ayu Safitri Sahara
Marcella El Jolia Kondo Flo
Levina A Ling


Soundtrack

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ost. Laskar Pelangi

Soundtrack film ini diproduseri oleh Mira Lesmana dengan lagu utama Laskar Pelangi yang dibawakan oleh grup band Nidji. Sedangkan lagu lainnya di bawakan oleh Sherina, Netral, Gita Gutawa, Ipang, Meng Float, Garasi, Gugun & The Bluesbug dan satu lagu yang ditampilkan dalam film “Bunga Seroja” yang dinyanyikan oleh Veris Yamarno yang memerankan tokoh Mahar. Daftar lagu:

  • Laskar Pelangi oleh Nidji
  • Ku Bahagia oleh Sherina
  • Lintang oleh Netral
  • Tak Perlu Keliling Dunia oleh Gita Gutawa
  • Sahabat Kecil oleh Ipang
  • Waltz Musim Pelangi oleh Meng Float
  • Sahabat oleh Garasi
  • Mengejar Harapan oleh Gugun & The Bluesbug
  • Bunga Seroja oleh Verrys Yamarno a.k.a, Mahar & Mara Karma

Pranala luar