Selasa, 18 Mei 2010

Kerja Keras Menggapai Ridho Ilahi

Seperti seorang Petani yang menikmati hidangan sederhana di pematang sawah setelah mencangkul dengan semangatnya, seperti seorang anak yang begitu bahagianya ketika ia haus dan menemukan air untyuk diminum, dan seperti kita semua yang bersama-sama berjuang meraih Ridho Ilahi dan suatu ketika dipertemuakan syurga.

Kebahagiaan hanya milik mereka yang benar-benar berusaha mencarinya.

Wallohualam bissawab.

Minggu, 16 Mei 2010

Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Edcoustic

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Back to Reff.


Pencipta : EdCoustic
Album : Sepotong Episode
Label : EdCoustic

Jumat, 07 Mei 2010

School of Electrical Engineering and Computer Science at Manbaul Ulum University

-"MENCERDASKAN UMAT"-

School of Electrical Engineering and Informatics
EECS at MU
Electrical Enginering & Computer Sciences IR&D Center
at Manbaul Ullum University


Visi
Menjadi Pusat Pelatihan dan Pembelajaran ICT Cyber Terdepan
Misi

1. Unggul dalam Pendidikan ICT untuk pendidikan dasar dan menengah
2. Pusat Riset, Innovasi dan Pengembangan ICT
3. Teknologi Tepat guna dalam bidang ICT
4. Pusat data dan penganalisaannya

Staf Pendidik.

Barkah Firdaus (Ko.)

Ginanjar F.M. & Dian Hadiana

Sandi Socrates

Agus Haeruman

Ngara

Dede Supriatna

Indah

Rani Kharismaya

Ricky Taufikurrahman

Riki

Ricky Aji P.

Arip Nurahman

Anton Timur J.

Wendy Afriza

Teknologi RT/RW-net

From SpeedyWiki


Gambaran umum teknologi RT/RW-net dapat dilihat pada gambar. Beberapa Alternatif topologi maupun kunci peralatan yang perlu diperhatikan, adalah,


Beberapa teknik yang perlu di kuasai adalah

Gambaran Umum RT/RW-net

Topologi RT/RW-net
Topologi RT/RW-net

Tampak pada gambar adalah topologi sebuah RT/RW-net sederhana. Sebuah gateway yang beroperasi 24 jam, dapat menggunakan sambungan Wireless ke ISP, atau sambungan lainnya seperti ADSL Speedy dll. melalui Ethernet yang tersambung ke LAN semua rumah di RT/RW tersebut di sambungkan ke jaringan komputer.

Secara bisnis, hitungan yang digunakan sebetulnya sangat sederhana. Pada tahun 2005, harga sambungan ke Internet sekitar Rp. 4 juta / bulan untuk akses 24 jam kecepatan 64Kbps. Dengan menyambungkan 20 rumah di sebuah RT/RW maka setiap rumah akan memperoleh akses 24 jam ke Internet dengan membayar minimal Rp. 200.000 / rumah / bulan. Tentunya dengan menambahkan sedikit uang di atas uang iuran akan mencukupi bagi penyelenggara jaringan di RT/RW tersebut.

Di tahun 2010, akses Internet 24 jam bisa di peroleh dengan biaya Rp. 200.000-an / bulan. Hal ini memungkinkan RT/RW-net seharga Rp. 30-50.000,- / bulan jika di sharing ke beberapa rumah / tetangga.

Jarak titik yang akan di sambungkan merupakan sumber sakit kepala dalam mengimplementasikan jaringan RT/RW-net. Dalam jaringan LAN di kantor atau WARNET implementasinya lebih mudah karena hanya membutuhkan kabel yang di sambungkan di dalam ruangan.

Sebuah kabel UTP biasanya hanya cukup reliable untuk jarak 100-150 meter, kita perlu memasang hub sebagai uplink untuk repeater kabel UTP untuk menempuh jarak yang jauh. Betul, teknik ini bukan teknik yang baik untuk memperoleh performance yang baik dari jaringan. Sialnya, teknik ini adalah teknik paling murah untuk membangun jaringan RT/RW-net.

Bagi mereka yang mempunyai nyali, anda dapat menggunakan kabel drop wire telkom agar kabel UTP dapat menempuh jarak 1 km-an. Caranya sederhana sekali, seperti kita tahu hanya pin 1,2,3 & 6 digunakan pada kabel UTP. Ke empat pin tersebut di perpanjang menggunakan kabel drop wire telkom yang warna hitam itu untuk menempuh jarak 1 km. Dengan cara ini maka instalasi jaringan RT/RW-net dapat lebih murah.


KosKosan-Net dan turunannya

Keberadaan RT/RW-net yang murah memicu tumbuhnya Kos-kosan-Net dan berbagai turunannya. Ini menjadi menarik bagi mereka yang ingin akses Internet murah di rumah / kos-kos-an, khususnya para mahasiswa :)) ..

Isi

Lain Lain

Komunitas RT/RW-net

Referensi

Buku

  • Onno W. Purbo, "Infrastruktur Wireless Internet Kecepatan 11-22Mbps", Penerbit Andi 2003.
  • Onno W. Purbo, "Buku Pegangan Internet Wireless dan Hotspot", Elexmedia Komputindo 2005.
  • Onno W. Purbo, "Panduan Praktis RT/RW-net", Infokomputer 2007.

Pranala Menarik

Sumber:

Bpk. Onno W, Purbo, MN.Sc., Ph.D.

Minggu, 18 April 2010

Struktur Obligasi Syariah

Obligasi syariah sebagai bentuk pendanaan (financing) dan sekaligus investasi (investment) memungkinkan beberapa bentuk struktur yang dapat ditawarkan untuk tetap menghindarkan pada riba. Berdasarkan pengertian tersebut, Obligasi Syariah dapat memberikan:

1) Bagi Hasil berdasarkan akad Mudharabah/ Muqaradhah/ Qiradh atau Musyarakah. Karena akad Mudharabah/ Musyarakah adalah kerja sama dengan skema bagi hasil pendapatan atau keuntungan, obligasi jenis ini akan memberikan return dengan penggunaan term indicative/ expected return karena sifatnya yang floating dan tergantung pada kinerja pendapatan yang dibagihasilkan.


2) Margin/Fee berdasarkan akad Murabahah atau Salam atau Istishna atau Ijarah. Dengan akad Murabahah/ Salam/ Isthisna sebagai bentuk jual beli dengan skema cost plus basis, obligasi jenis ini akan memberikan fixed return.

Di Indonesia, yang banyak digunakan dalam penerbitan obligasi syariah adalah struktur Mudharabah (bagi hasil pendapatan) baik yang telah diterbitkan maupun yang akan diterbitkan dalam waktu dekat. Sehingga, yang dikenal adalah Obligasi Syariah Mudharabah.

Obligasi Syariah Mudharabah memang telah memiliki pedoman khusus dengan disahkannya Fatwa No: 33/DSN-MUI/ IX/2002. Disebutkan dalam fatwa tersebut, bahwa Obligasi Syariah Mudharabah adalah obligasi syariah yang menggunakan akad Mudharabah. Selain telah mempunyai pedoman khusus, terdapat beberapa alasan lain yang mendasari pemilihan struktur mudharabah ini, di antaranya adalah:

i. Bentuk pendanaan yang paling sesuai untuk investasi dalam jumlah besar dan jangka yang relatif panjang.

ii. Dapat digunakan untuk pendanaan umum (general financing), seperti pendanaan modal kerja ataupun pendanaan capital expenditure.

iii. Mudharabah merupakan percampuran kerja sama antara modal dan jasa (kegiatan usaha) sehingga membuat strukturnya memungkinkan untuk tidak memerlukan jaminan (collateral) atas aset yang spesifik. Hal ini berbeda dengan struktur yang menggunakan dasar akad jual beli yang mensyaratkan jaminan atas aset yang didanai;

iv. Kecenderungan regional dan global, dari penggunaan struktur Murabahah dan Bai Bi-tsaman Ajil menjadi Mudharabah dan Ijarah

Mekanisme atau beberapa hal pokok mengenai Obligasi Syariah Mudharabah ini dapat diringkaskan dalam butir-butir berikut:

i. Kontrak atau akad Mudharabah dituangkan dalam perjanjian perwaliamanatan.

ii. Rasio atau persentase bagi hasil (nisbah) dapat ditetapkan berdasarkan komponen pendapatan (revenue) atau keuntungan (profit; operating profit, EBIT, atau EBITDA). Tetapi, Fatwa No: 15/DSN-MUI/IX/2000 memberi pertimbangan bahwa dari segi kemaslahatan pembagian usaha sebaiknya menggunakan prinsip Revenue Sharing.

iii. Nisbah ini dapat ditetapkan konstan, meningkat, ataupun menurun, dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan Emiten, tetapi sudah ditetapkan di awal kontrak.

iv. Pendapatan Bagi Hasil berarti jumlah pendapatan yang dibagihasilkan yang menjadi hak dan oleh karenanya harus dibayarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang obligasi syariah dengan pendapatan/ keuntungan yang dibagihasilkan yang jumlahnya tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi emiten.

v. Pembagian hasil pendapatan ini atau keuntungan dapat dilakukan secara periodik (tahunan, semesteran, kuartalan, bulanan).

vi. Karena besarnya pendapatan bagi hasil akan ditentukan oleh kinerja aktual emiten, maka obligasi syariah memberikan indicative return tertentu.

Sumber:
Zona Ekonomi Islam