Senin, 07 November 2011

The Islamic origins of Modern Science Part II





"Bagaimana hujan terbentuk tetap menjadi misteri bagi manusia dalam kurun waktu yang lama. Hanya setelah ditemukannya radar cuaca, barulah dapat dipahami tahapan-tahapan pembentukan hujan."
~Harun Yahya~ 

As a result of this, for a Muslim, taking an interest in science is a very important form of worship. In many verses of the Qur'an, God instructs Muslims to investigate the heavens, the earth, living things or their own existence and think about them. 

When we look at the verses, we find indications of all the main branches of science in the Qur'an. For example, in the Qur'an, God encourages the science of astronomy

"He who created the seven heavens in layers. You will not find any flaw in the creation of the All-Merciful. Look again-do you see any gaps? "(Qur'an, 67: 3) 

In another verse of the Qur'an, God encourages the investigation of astronomy and the composition of the earth that is the science of geology

"Do they not look at the sky above them? How We have made it and adorned it, and there are no flaws in it? And the earth- We have spread it out, and set thereon mountains standing firm, and produced therein every kind of beautiful growth (in pairs)-To be observed and commemorated by every devotee turning (to God)." (Qur'an, 50: 6-8)


In the Qur'an, God also encourages the study of botany

"It is He Who sends down water from the sky from which We bring forth growth of every kind, and from that We bring forth the green shoots and from them We bring forth close-packed seeds, and from the spathes of the date palm date clusters hanging down, and gardens of grapes and olives and pomegranates, both similar and dissimilar. Look at their fruits as they bear fruit and ripen. There are Signs in that for people who believe. "(Qur'an, 6:99)

In another verse of the Qur'an, God draws attention to zoology
 "You have a lesson in livestock... "(Qur'an, 16:66) 

Here is a Qur'anic verse about the sciences of archaeology and anthropology

"Have they not traveled in the earth and seen the final fate of those before them?"(Qur'an, 30: 9) 

In another verse of the Qur'an, God draws attention to the proof of God in a person's own body and spirit: 

"There are certainly Signs in the earth for people with certainty; and in yourselves as well. Do you not then see?" (Qur'an, 51: 20-21) 

As we can see, God recommends all the sciences to Muslims in the Qur'an. Because of this the growth of Islam in history meant at the same time the growth of scientific knowledge.

Selasa, 25 Oktober 2011

Nasib Manusia Telah Ditetapkan




HADITS KEEMPAT



عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
[رواه البخاري ومسلم]


Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan :

Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari.

Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.

Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka.

sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.

(Riwayat Bukhori dan Muslim).


Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.

2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.

3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).

4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.

5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.

6. Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.

7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.


8. Kita pun harus berusaha memperbaiki terus menerus diri ini.


Sumber: http://haditsarbain.wordpress.com

Kamis, 20 Oktober 2011

Pendapat Ilmu Pendidikan Menurut Ibnu Rusyd

Pendidikan Menurut Averroes 



Keberadaan dan perkembangan ilmu-ilmu Islam dimulai sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW. Pusaran ilmu itu ialah al Qur’an dan sunnah atau hadis yang kemudian melahirkan berbagai cabang ilmu. 

Situasi ini didukung oleh perkembangan bahasa Arab yang telah digunakan jauh sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad SAW, sehingga posisi bahasa Arab mengambil peran penting bagi perkembangan ilmu Islam selanjutnya. Kondisi seperti ini disebabkan oleh sumber ilmu Islam yang menggunakan bahasa Arab sebagai medium komunikasi ke wilayah publik. 

Adanya ekspansi umat Islam ke berbagai wilayah turut memperkaya khazanah intelektual muslim. Berbagai keilmuan Islam pun lahir sebagai bagian dari proses interaksi Islam dengan budaya-budaya lain, seperti Yunani, Persia, India, dan lain sebagainya. 

Lahirnya bidang keilmuan seperti filsafat, ilmu kalam [ teologi Islam ], dan tasawuf tidak bisa dilepaskan dari interaksi-interaksi tersebut. 

 "Untuk menyatukan Umat Islam di Dunia, kita harus menjamin akses umat terhadap pendidikan bahkan yang ter-modern sekalipun"
 ~Arip~

The Manbaul Ulum University

IQRO 



The Manbaul Ulum University ini mengimplementasikan kurikulum integral. Kurikulum integral The MU ini adalah suatu kurikulum berisikan uraian bidang studi terdiri atas kelompok "ilmu akal" (kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional) dan "ilmu wahyu" (kurikulum Islami) yang disajikan secara kait-berkait menjadi satu kesatuan secara utuh dan menganut sistem "long life education" Disebut "ilmu akal" karena manusia dalam memperoleh ilmu-ilmu tersebut melalui potensi daya pikir dan menggunakan metode tertentu terhadap obyek kajiannya. 

Dinamakan "ilmu wahyu" karena cara memperolehnya hanya bersandar kepada informasi berdasarkan otoritas syariat yang diberikan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. 

 ~Prophetic Education~ 

Para Pendiri The Manbaul Ulum University, pada awal pembangunan Universitas ini telah mengkaji berbagai lembaga pendidikan terunggul dan maju di seluruh dunia, khususnya yang sesuai dengan sistem pendidikan islami dan lembaga pendidikan pencetak manusia-manusia unggul di seluruh dunia. 

Di Mesir terdapat Universitas al-Azhar yang terkenal dengan keabadiannya. Al-azhar bermula dari sebuah masjid yang didirikan oleh Penguasa Mesir dari Daulah Fatimiyyah. Universitas ini telah hidup ratusan tahun dan telah memiliki harta wakaf yang mampu memberi beasiswa kepada siswa dari seluruh dunia. 

Di Mauritania terdapat Pondok Syanggit. Lembaga pendidikan ini harum namanya berkat kedermawanan dan keikhlasan para pengasuhnya. Syanggit adalah lembaga pendidikan yang dikelola dengan jiwa keikhlasan; para pengasuh mendidik murid-murid siang-malam serta menanggung seluruh kebutuhan santri. 

Di India terdapat Universitas Muslim Aligarh, sebuah lembaga pendidikan modern yang membekali mahasiswanya dengan ilmu pengetahuan umum dan agama serta memjadi pelopor revival of Islam. 

Di India juga terdapat perguruan Santiniketan, didirikan oleh Rabindranath Tagore, seorang filosuf Hindu. Perguruan yang dikenal dengan kedamaiannya ini berlokasi di kawasan hutan, serba sederhana dan telah mampu mengajar dunia. 

Di Inggris terdapat Oxford & Cambridge University 

Di Amerika terdapat MIT, Stanford, Berkley, Harvard University 

Di Jepang terdapat Tokyo University & Tokyo Institute of Technology 

Di Korea terdapat KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology) & Seoul National University 

Di China terdapat Tsing Hua University & Harbin Institute of Technology 

Di Arab terdapat King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) dan King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) 

Di Paris France, terdapat The University of Paris Sorbonne & ParisTech, Institut des sciences et technologies de Paris 

Berbagai lembaga pendidikan tersebut menjadi idaman para pendiri The Manbaul Ulum University, karena itu mereka hendak mendirikan lembaga pendidikan yang merupakan sintesa dari berbagai lembaga pendidikan di atas. 

"Harmonisasi Ilmu Langit dan Ilmu Bumi"

Insha Allah.