Kamis, 20 Oktober 2011

Pendapat Ilmu Pendidikan Menurut Ibnu Rusyd

Pendidikan Menurut Averroes 



Keberadaan dan perkembangan ilmu-ilmu Islam dimulai sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW. Pusaran ilmu itu ialah al Qur’an dan sunnah atau hadis yang kemudian melahirkan berbagai cabang ilmu. 

Situasi ini didukung oleh perkembangan bahasa Arab yang telah digunakan jauh sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad SAW, sehingga posisi bahasa Arab mengambil peran penting bagi perkembangan ilmu Islam selanjutnya. Kondisi seperti ini disebabkan oleh sumber ilmu Islam yang menggunakan bahasa Arab sebagai medium komunikasi ke wilayah publik. 

Adanya ekspansi umat Islam ke berbagai wilayah turut memperkaya khazanah intelektual muslim. Berbagai keilmuan Islam pun lahir sebagai bagian dari proses interaksi Islam dengan budaya-budaya lain, seperti Yunani, Persia, India, dan lain sebagainya. 

Lahirnya bidang keilmuan seperti filsafat, ilmu kalam [ teologi Islam ], dan tasawuf tidak bisa dilepaskan dari interaksi-interaksi tersebut. 

 "Untuk menyatukan Umat Islam di Dunia, kita harus menjamin akses umat terhadap pendidikan bahkan yang ter-modern sekalipun"
 ~Arip~

The Manbaul Ulum University

IQRO 



The Manbaul Ulum University ini mengimplementasikan kurikulum integral. Kurikulum integral The MU ini adalah suatu kurikulum berisikan uraian bidang studi terdiri atas kelompok "ilmu akal" (kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional) dan "ilmu wahyu" (kurikulum Islami) yang disajikan secara kait-berkait menjadi satu kesatuan secara utuh dan menganut sistem "long life education" Disebut "ilmu akal" karena manusia dalam memperoleh ilmu-ilmu tersebut melalui potensi daya pikir dan menggunakan metode tertentu terhadap obyek kajiannya. 

Dinamakan "ilmu wahyu" karena cara memperolehnya hanya bersandar kepada informasi berdasarkan otoritas syariat yang diberikan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. 

 ~Prophetic Education~ 

Para Pendiri The Manbaul Ulum University, pada awal pembangunan Universitas ini telah mengkaji berbagai lembaga pendidikan terunggul dan maju di seluruh dunia, khususnya yang sesuai dengan sistem pendidikan islami dan lembaga pendidikan pencetak manusia-manusia unggul di seluruh dunia. 

Di Mesir terdapat Universitas al-Azhar yang terkenal dengan keabadiannya. Al-azhar bermula dari sebuah masjid yang didirikan oleh Penguasa Mesir dari Daulah Fatimiyyah. Universitas ini telah hidup ratusan tahun dan telah memiliki harta wakaf yang mampu memberi beasiswa kepada siswa dari seluruh dunia. 

Di Mauritania terdapat Pondok Syanggit. Lembaga pendidikan ini harum namanya berkat kedermawanan dan keikhlasan para pengasuhnya. Syanggit adalah lembaga pendidikan yang dikelola dengan jiwa keikhlasan; para pengasuh mendidik murid-murid siang-malam serta menanggung seluruh kebutuhan santri. 

Di India terdapat Universitas Muslim Aligarh, sebuah lembaga pendidikan modern yang membekali mahasiswanya dengan ilmu pengetahuan umum dan agama serta memjadi pelopor revival of Islam. 

Di India juga terdapat perguruan Santiniketan, didirikan oleh Rabindranath Tagore, seorang filosuf Hindu. Perguruan yang dikenal dengan kedamaiannya ini berlokasi di kawasan hutan, serba sederhana dan telah mampu mengajar dunia. 

Di Inggris terdapat Oxford & Cambridge University 

Di Amerika terdapat MIT, Stanford, Berkley, Harvard University 

Di Jepang terdapat Tokyo University & Tokyo Institute of Technology 

Di Korea terdapat KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology) & Seoul National University 

Di China terdapat Tsing Hua University & Harbin Institute of Technology 

Di Arab terdapat King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) dan King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) 

Di Paris France, terdapat The University of Paris Sorbonne & ParisTech, Institut des sciences et technologies de Paris 

Berbagai lembaga pendidikan tersebut menjadi idaman para pendiri The Manbaul Ulum University, karena itu mereka hendak mendirikan lembaga pendidikan yang merupakan sintesa dari berbagai lembaga pendidikan di atas. 

"Harmonisasi Ilmu Langit dan Ilmu Bumi"

Insha Allah.

Senin, 17 Oktober 2011

Mari Kita Bahagiakan Orang Tua Kita





surah الأحقاف > ayah 15

الأحقاف 46

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 15


Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".


We have enjoined on man kindness to his parents: In pain did his mother bear him, and in pain did she give him birth. The carrying of the (child) to his weaning is (a period of) thirty months. At length, when he reaches the age of full strength and attains forty years, he says, "O my Lord! Grant me that I may be grateful for Thy favour which Thou has bestowed upon me, and upon both my parents, and that I may work righteousness such as Thou mayest approve; and be gracious to me in my issue. Truly have I turned to Thee and truly do I bow (to Thee) in Islam."




Karena ketulusan cinta mereka pada kita, karena jasa-jasa mereka yang tiada bertepi yang takkan terbalas walau bagaimanapun, dan yang terpenting karena saya yakin bahwa berbakti kepada orangtua merupakan salah satu amal yang dicintai Allah Bahagiakan orang tua kita mulai sekarang.... Dengan berbuat baik pada mereka Dengan tutur kata yang lemah lembut Dengan terus berusaha menjadi anak yang sholeh Dengan mendoakan mereka dalam tiap-tiap lantunan doa kita, "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil" Semoga Allah merahmati dan meridhoi langkah kita untuk berbakti dan membahagiakan kedua orang tua kita.


"Bermimpilah tentang apa yang ingin kita impikan, pergilah ke tempat-tempat kita ingin pergi, jadilah seperti yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan." Bersemangatlah sebelum bersemangat itu dilarang"
~Arip Nurahman~

The Islamic origins of Modern Science Part I




By: Harun Yahya

"Tangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna."
~H.Y~



Fourteen centuries ago, God sent down the Qur'an as a guide to all humanity.



At the time the Arab society was in a state of complete degeneration, chaos and ignorance. They were a barbarous people who worshipped idols of their own making, believed warfare and bloodshed to be virtuous and were even capable of killing their own children. They had little interest in intellectual matters, let alone a scientific outlook to the natural world.



However, through Islam they learned humanity and civilization. Not only the Arabs but all the communities which accepted Islam escaped the darkness of the age of ignorance and were illuminated by the divine wisdom of the Qur'an. Amongst the faculties the Qur'an brought to humanity was scientific thinking.



The Scientific Paradigm Given in the Qur'an



The genesis of scientific thought is the sense of curiosity. Because people wonder how the universe and nature work, they investigate and become interested in science. But most people lack this curiosity. For them, the important things are not the secrets of the universe and nature but their own small worldly profits and pleasures. In communities where people who think in this way are in charge, science does not develop. Idleness and ignorance rule.



The Arab community before the Qur'an was of this type. But the verses of the Qur'an called upon them to think, to investigate and to use their minds, perhaps for the first time in their lives.



In one of the first revealed verses of the Qur'an, God drew the attention of the Arabs to the camel, a part of their everyday lives:



Have they not looked at the camel-how it was created?

And at the sky-how it was raised up?

And at the mountains-how they were embedded?

And at the earth-how it is spread out?
So remind them! You are only a reminder. (Qur'an, 88: 17-21)



In many other verses of the Qur'an, people are instructed to examine nature and learn from it because people can know God only by examining His creations. Because of this, in one verse of the Qur'an Muslims are defined as people who think about the creation of the heavens and the earth:



Those who remember God, standing, sitting and lying on their sides, and reflect on the creation of the heavens and the earth (saying): "Our Lord, You have not created this for nothing. Glory be to You! So safeguard us from the punishment of the Fire." (Qur'an, 3: 191)


Sumber: Harun Yahya


"Ilmuwan-ilmuwan kita akan berada di garis terdepan dalam pengembangan Sains Modern"
~Arip~

To Be Continued