Kamis, 01 April 2010

Sekilas Tentang Islam dan Ekonomi-Keuangan

Islam, sekurang-kurangnya menurut keyakinan para pemeluknya (ummatan muslimatan), adalah agama yang tidak hanya mengatur persoalan akidah dan ibadah; akan tetapi, juga memberikan landasan utama tentang norma-norma dasar dan etika bermuamalah. Termasuk untuk tidak menyatakan terutama dalam hal-hal yang berkaitan erat dengan persoalan-persoalan ekonomi dan keuangan seperti perdagangan/niaga (tijarah; traffic), sewa-menyewa (ijarah; leasing), gadai (rahn; pladge), utang-piutang (mudayanah; debit and credit), upah-merngupah (ujrah; fee) dan lain-lain khususnya yang berhubungan dengan norma-norma dasar bertransaksi ekonomi dan keuangan dalam bentuk dan konteksnya yang manapun.

Seperti dinyatakan al-Qur’an, al-Islam adalah agama lengkap-sempurna (dinun kamil) yang tidak hanya bercorak global-universal, akan tetapi juga bersifat luas (wasi`, komphrehensif), padu (ittihad/ilti’am, melted together), dan utuh (syumul; unimpaired). Kecuali itu, al-Islam juga tampak memiliki pandangan atau konsep hidup yang sangat holistik tentang kehidupan. Allah s.w.t. berkalam, yang artinya :

….. Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Aku ridhai Islam itu (menjadi) agama bagi kamu …. “ (al-Maidah (5): 3)

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi, dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, kecuali umat-umat (juga) seperti (halnya) kamu (manusia). Tiadalah Kami alpakan sesuatu apapun dalam Al-Kitab (al-Qur’an) ini, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan (al-An`am (6): 38).

Kelengkap-sempurnaan al-Islam sebagaimana digambarkan di atas, tidak semata-mata dapat dibenarkan secara teoretik melalui sumber ajarannya yakni al-Qur’an dan al-Hadits; akan tetapi, lebih dari itu, juga dapat dibuktikan lewat penerapannya secara empirik di lapangan. Termasuk di dalamnya yang berkenaan dengan ihwal usaha ekonomi dan keuangan sebagaimana dapat ditelusri melalui pendekatan sejarah.

Pakar-pakar agama Islam, meskipun dengan menggunakan redaksi yang berbeda-beda, namun pada intinya sama-sama mengingatkan kita tentang arti penting dari keutuhan al-Islam sebagai sebuah sistem ajaran. Maksudnya, Islam bukanlah agama yang hanya mengutamakan akidah dan ibadah serta akhlak, akan tetapi, juga sangat mementingkan perilaku muamalah dengan berbagai bentuk dan macam-macamnya.

Sayyid Quthub, salah seorang pejuang (mujahid; fighter) berkebangsaan Mesir misalnya, berkali-kali menegaskan dan lebih dari itu mewanti-wanti ummatan muslimatan untuk tetap meyakini bahwa Islam bukanlah agama yang hanya sekedar memperkenalkan sistem akidah (al-islam laysa mujarradu `aqidah) yang bersifat teologis, akan tetapi juga sekaligus sebagai metode/cara (manhaj) atau tepatnya sebuah sistem yang mengajarkan pemecahan berbagai persoalan umat manusia. Termasuk di dalamnya persoalan-persoalan ekonomi dan keuangan.

Al-Imam al-Akbar Mahmud Syaltut (1883-1963 M), salah seorang ulama Mesir terkemuka lainnya, juga mengingatkan dunia Islam bahwa Islam bukanlah agama kematian (din al-maut), melainkan juga sekaligus sebagai agama kehidupan (din al-hayah). Lebih dari itu, Syaltut tegaskan bahwa al-Islam adalah agama kerja (dinun `amaliyyun). Menurutnya, setiap pekerja (`amil/worker) dengan profesinya masing-masing, pada dasarnya adalah jual-beli alias dagang. Senada dengan yang dikemukakan Syaltut, dapatlah dikembangkan bahwa petani di ladang, buruh/karyawan di pabrik, guru di sekolah, dosen di kampus, konsultan di kantor, dokter dan para perawat di rumah-rumah sakit, polisi di jalan raya, tentara di medan tempur, jaksa, pengacara, dan hakim di pengadilan, olah ragawan/atlit di lapangan, penyanyi di studio, artis di layar lebar/kaca, dan lain-lain, semuanya tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka “dagang” (jual-beli) alias mencari “untung” dengan cara memberikan jasa dan menerima imbalan atau upah.


Atas dasar ini maka dapatlah dikemukakan bahwa Islam bukanlah agama yang hanya sekedar memberikan petunjuk dan spirit tentang pahala (ajrun; reward atau recompanse) yang berorientasikan keakhiratan; akan tetapi, Islam juga sekaligus sebagai agama yang memandang penting perkara upah (ujrah; fee) yang bersifat keduniawian atau kekinian. Antusiasme agama Islam terhadap persoalan ekonomi pada umumnya, dan masalah keuangan pada khususnya, antara lain dapat difahami dari lima arkan al-Islam (unsur Islam) yang dijadikan fondasinya.

Selain dua kalimah syahadah, shalat, shaum (puasa) dan haji yang lebih bernuansakan ibadah-ritual, rukun Islam ketiga yakni zakat jelas-jelas mengarah kepada persoalan ekonomi dan keuangan. Itulah sebabnya mengapa zakat sering disebut-sebut sebagai `ibadah maliyyah wa-ijtimai`iyyah (ibadah sosial ekonomi dan kemasyarakatan) di samping sebagai `ibadah mahdhah (ibadah murni) dalam koteks ritualkeagamaan. Atau, sekurang-kurangnya dapat dikatakan, bahwa zakat adalah ibadah mahdhah yang berdimensikan keharta-bendaan dan keuangan di samping mengandung nuansa sosial kemasyarakatan dalam konteksnya yang sangat luas.

Masih dalam konteks peduli al-Qur’an terhadap ekonomi, di dalamnya dijumpai berbagai perumpamaan (al-amtsal) yang dalam melukiskan berbagai kehidupan manusia termasuk kehidupan akhirat justru menggunakan simbol-simbol ekonomi. Perhatikan misalnya kata tijarah (niaga) yang tidak selamanya digunakan untuk pengertian usaha ekonomi dalam pengertian yang sesungguhnya, akan tetapi juga sering digunakan untuk menyimbolkan kehidupan di akhirat. Demikian pula dengan kata-kata yang lain semisal kata isytara/yasyri, al-kail, al-mizan/al-mawazin (timbangan/neraca), dan begitulah seterusnya.

Sumber:

Zona Ekonomi Islam

Kamis, 04 Maret 2010

School of Electrical Engineering and Computer Science at Manbaul Ulum University

Tip Mengais Rejeki di Internet


Memperoleh hasil sampingan dari Internet barangkali merupakan keinginan sederhana banyak orang / pengguna Internet. Tulisan ini akan mencoba menjelaskan beberapa langkah yang mungkin dapat digunakan oleh banyak pengguna biasa di Internet untuk memperoleh rejeki yang halal.

Tidak ada yang Instan. Keberhasilan membutuhkan kerja keras dan ketekunan dalam jangka waktu yang lama / panjang.

Perlu kita sadari bersama bahwa semua proses yang akan di terangkan di bawah ini bukan proses Instan. Hanya mereka yang tekun, yang konsisten untuk berkiprah pada sebuah bidang yang fokus yang nantinya akan memetik hasil di kemudian hari. Kecenderungan yang ada, kebanyakan orang lebih suka yang instan kalau perlu tanpa kerja susah payah bisa dapat uang banyak. Rasanya hanya ada segelintir kesempatan yang seperti itu. Sebagian besar kesempatan yang ada harus di raih dengan kerja keras dan konsistensi dalam jangka panjang.

Tulisan tentang teknik ini di Internet dapat di baca di


Beberapa Tip Dasar

Beberapa nasihat sederhana yang mungkin perlu di resapi agar kita dapat berkiprah dengan baik di Internet

  • Hati-hati di Internet banyak juga orang yang suka menipu dan mencuri. Jangan pernah berhubungan / berdagang dengan penipu / pencuri / carder, bukan mustahil anda juga akan di tipu mentah-mentah.
  • Dimanapun, apalagi di Internet, sebuah usaha bertumpu pada "trust" (kepercayaan).
    • Jangan pernah menipu / berbohong / menulis tidak baik, Kata pepatah "Sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak percaya".
    • Kebaikan akan menjadi pembicaraan / buah bibir / berita mulut ke mulut yang baik di Internet.
  • Alat menjadi tidak penting. Dengan modal "dengkul"-pun kita bisa berkiprah / berdagang di Internet.
  • Perhatikan & pelajari mereka yang berhasil dalam usahanya.
  • Pasang mata & telinga lebar-lebar, perhatikan pembicaraan / kesukaan / kebutuhan orang melalui blog, forum, mailing list, group, facebook dll.
  • kemampuan menulis, mengekspresikan pendapat dalam bentuk tulisan akan sangat membantu. Ada baiknya membaca-baca tentang Hidup & Berkiprah Sebagai Penulis.

Mengais Rejeki

Pada kesempatan ini akan dicoba di bahas beberapa tahapan mengais rejeki di Internet tergantung kemampuan / modal yang miliki. Tahapan yang akan di bahas meliputi beberapa hal yaitu,

  • Modal dengkul (biaya operasi dari minim banget s/d Rp. 100-200.000 / bulan).
  • Lebih serius
    • Mengais melalui Blog; ini agak lebih serius.
    • Menyewa tempat / situs untuk jualan.
  • Knowledge Commerce - berjualan "otak" / kepandaian, bukan sekedar berjualan barang.

Selasa, 02 Maret 2010

Metodologi Ekonomi Islam

Ditulis oleh: Muhammad Imaduddin*

Selama ini kalau kita berbicara tentang muamalah, terutama ekonomi, kita akan berbicara tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Hal ini memang merupakan prinsip dasar dari muamalah itu sendiri, yang menyatakan: “Perhatikan apa yang dilarang, diluar itu maka boleh dikerjakan.” Tetapi pertanyaan kemudian mengemuka, seperti apakah ekonomi dalam sudut pandang Islam itu sendiri? Bagaimana filosofi dan kerangkanya? Dan bagaimanakah ekonomi Islam yang ideal itu?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka sebenarnya kita perlu melihat bagaimanakah metodologi dari ekonomi Islam itu sendiri. Muhammad Anas Zarqa (1992), menjelaskan bahwa ekonomi Islam itu terdiri dari 3 kerangka metodologi. Pertama adalah presumptions and ideas, atau yang disebut dengan ide dan prinsip dasar dari ekonomi Islam. Ide ini bersumber dari Al Qur’an, Sunnah, dan Fiqih Al Maqasid. Ide ini nantinya harus dapat diturunkan menjadi pendekatan yang ilmiah dalam membangun kerangka berpikir dari ekonomi Islam itu sendiri. Kedua adalah nature of value judgement, atau pendekatan nilai dalam Islam terhadap kondisi ekonomi yang terjadi. Pendekatan ini berkaitan dengan konsep utilitas dalam Islam. Terakhir, yang disebut dengan positive part of economics science. Bagian ini menjelaskan tentang realita ekonomi dan bagaimana konsep Islam bisa diturunkan dalam kondisi nyata dan riil. Melalui tiga pendekatan metodologi tersebut, maka ekonomi Islam dibangun.

Ahli ekonomi Islam lainnya, Masudul Alam Choudhury (1998), menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi Islam itu perlu menggunakan shuratic process, atau pendekatan syura. Syura itu bukan demokrasi. Shuratic process adalah metodologi individual digantikan oleh sebuah konsensus para ahli dan pelaku pasar dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar. Individualisme yang merupakan ide dasar ekonomi konvensional tidak dapat lagi bertahan, karena tidak mengindahkan adanya distribusi yang tepat, sehingga terciptalah sebuah jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin.
Pertanyaan kemudian muncul, apakah konsep Islam dalam ekonomi bisa diterapkan di suatu negara, misalnya di negara kita? Memang baru-baru ini muncul ide untuk menciptakan dual economic system di negara kita, dimana ekonomi konvensional diterapkan bersamaan dengan ekonomi Islam. Tapi mungkinkah Islam bisa diterapkan dalam kondisi ekonomi yang nyata?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Umar Chapra (2000) menjelaskan bahwa terdapat dua aliran dalam ekonomi, yaitu aliran normatif dan positif. Aliran normatif itu selalu memandang sesuatu permasalahan dari yang seharusnya terjadi, sehingga terkesan idealis dan perfeksionis. Sedangkan aliran positif memandang permasalahan dari realita dan fakta yang terjadi. Aliran positif ini pun kemudian menghasilkan perilaku manusia yang rasional. Perilaku yang selalu melihat masalah ekonomi dari sudut pandang rasio dan nalarnya. Kedua aliran ini merupakan ekstrim diantara dua kutub yang berbeda.

Lalu apa hubungannya kedua aliran tersebut dengan pelaksanaan ekonomi Islam? Ternyata hubungannya adalah akan selalu ada orang-orang yang mempunyai pikiran dan ide yang bersumber dari dua aliran tersebut. Jadi atau tidak jadi ekonomi Islam akan diterapkan, akan ada yang menentang dan mendukungnya. Oleh karena itu sebagai orang yang optimis, maka penulis akan menyatakan ‘Ya’, Islam dapat diterapkan dalam sebuah sistem ekonomi.

Tetapi optimisme ini akan dapat terwujud manakala etika dan perilaku pasar sudah berubah. Dalam Islam etika berperan penting dalam menciptakan utilitas atau kepuasan (Tag El Din, 2005). Konsep Islam menyatakan bahwa kepuasan optimal akan tercipta manakala pihak lain sudah mencapai kepuasan atau hasil optimal yang diinginkan, yang juga diikuti dengan kepuasan yang dialami oleh kita. Islam sebenarnya memandang penting adanya distribusi, kemudian lahirlah zakat sebagai bentuk dari distribusi itu sendiri.

Maka, sesungguhnya kerangka dasar dari ekonomi Islam didasari oleh tiga metodolodi dari Muhammad Anas Zarqa, yang kemudian dikombinasikan dengan efektivitas distribusi zakat serta penerapan konsep shuratic process (konsensus bersama) dalam setiap pelaksanaannya. Dari kerangka tersebut, insyaAllah ekonomi Islam dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Dan semua itu harus dibungkus oleh etika dari para pelakunya serta peningkatan kualitas sumber daya manusianya (Al Harran, 1996). Utilitas yang optimal akan lahir manakala distribusi dan adanya etika yang menjadi acuan dalam berperilaku ekonomi. Oleh karena itu semangat untuk memiliki etika dan perilaku yang ihsan kini harus dikampanyekan kepada seluruh sumber daya insani dari ekonomi Islam. Agar ekonomi Islam dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata, yang akan menciptakan keadilan sosial, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakatnya.

Wallahu ‘alamu bishowwab.


Keterangan:
Penulis adalah Mahasiswa S2 Islamic Banking, Finance, and Management di Markfield Institute of Higher Education (MIHE), Markfield, Leicestershire, Inggris.




Referensi:
Al-Harran, Saad. (1996). Islamic Finance Need a New Paradigm. Tersedia dalam: Tanggal akses: 28 Oktober 2005.
Choudhury, Masudul Alam. (1998). Studies in Islamic Social Sciences. Great Britain: Macmillan Press Ltd.
Hafidhuddin, Didin. (2005). Prinsip Dasar Ekonomi Islam. Bahan Kuliah Mata Kuliah Ekonomi Syariah 1. Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Tag El Din, Seif El Din. (2005). Moral Policy: Equity and Growth Strategy. Lecture of Islamic Economics. Markfield Institute of Higher Education.
Zarqa, Mohammad Anas. (1992). “Methodology of Islamic Economics”, dalam Ahmad, Ausaf and Awan, Kazim Raza (Ed.), Lectures on Islamic Economics (hal 50). Jeddah: Islamic Research and Training Institute, Islamic Development Bank.

Kamis, 04 Februari 2010

School of Electrical Engineering and Computer Science at Manbaul Ulum University

-"MENCERDASKAN UMAT"-

School of Electrical Engineering and Informatics
EECS at MU
Electrical Enginering & Computer Sciences IR&D Center
at Manbaul Ullum University


Visi
Menjadi Pusat Pelatihan dan Pembelajaran ICT Cyber Terdepan
Misi

1. Unggul dalam Pendidikan ICT untuk pendidikan dasar dan menengah
2. Pusat Riset, Innovasi dan Pengembangan ICT
3. Teknologi Tepat guna dalam bidang ICT
4. Pusat data dan penganalisaannya

Staf Pendidik.

Barkah Firdaus (Ko.)

Ginanjar F.M. & Dian Hadiana

Sandi Socrates

Agus Haeruman

Ngara

Dede Supriatna

Indah

Rani Kharismaya

Ricky Taufikurrahman

Riki

Ricky Aji P.

Arip Nurahman

Ade Akhyar Nurdin

Anton Timur J.

Wendy Afriza

Distro SekolahNux

Distro Desktop untuk Sekolah TK, SD, SMP, SMA berbasis Ubuntu. Di dalam-nya sudah tersedia semua aplikasi software pendidikan seperti Edu Buntu.

Developer Info
Project Admins:
Onno Purbo


Below is a list of all files of the project. Before downloading, you may want to read Release Notes and ChangeLog (accessible by clicking on release version).

PackageRelease & NotesFilenameDate
SizeD/LArchType

sekolahnux Monitor this package


beta20100106 2010-01-12 14:20
downloadsekolahnux-ubuntu.beta20100106.iso
1.27 GB92i386.iso

Project totals111.27 GB92

Persiapan

  • Siapkan file iso Ubuntu
  • Install software pendukung
  • Buang folder tmp di home directory
sudo rm -Rf tmp

Persiapan

sudo apt-get install uck
sudo modprobe squashfs

UNPACK file iso untuk di remaster

sudo uck-remaster-unpack-iso ubuntu-10.04-desktop-i386.iso
sudo uck-remaster-unpack-rootfs
sudo uck-remaster-unpack-initrd

Copykan buku pelajaran TIK SMP dan SMA ke remaster-root/usr/local/src/

sudo cp -Rf * ~/tmp/remaster-root/usr/local/src/
sudo uck-remaster-chroot-rootfs

Customisasi

Beberapa proses customisasi yang secara umum dapat dilakukan:

Instalasi Aplikasi Pendidikan

apt-get install ubuntu-edu-primary ubuntu-edu-secondary ubuntu-edu-tertiary maxima kgeography
cp /etc/apt/sources.list.original /etc/apt/sources.list
umount /proc
umount /sys
exit
$ sudo umount ~/tmp/remaster-root/tmp

PACK menjadi file iso yang baru

Pack untuk menjadi iso kembali akan butuh beberapa waktu terutama dibagian pack-rootfs

sudo uck-remaster-pack-initrd
sudo uck-remaster-pack-rootfs
sudo uck-remaster-pack-iso sekolahnux-ubuntu.beta.iso

File iso distro baru ada di folder

cd ~/tmp/remaster-new-files
ls

Pranala Menarik



Sumber:

Bpk. Onno W. Purbo, M.Sc., Ph.D.